Dan lingkungan adalah faktor utama pembentukan jati diri seseorang. Dan karakter bukan lah sesuatu yang dapat disamakan dengan jati diri itu sendiri.
Saya punya seorang teman wanita. Sudah 4 tahun saya mengenalnya. Bukan waktu yang singkat dan bukan waktu yang sangat lama juga,tapi saya yakin sudah cukup mengenalnya dan kini mulai memahami proses menemukan jati diri yang dilakukannya. Karena kami selama 3 tahun berturut-turut telah hidup bersama satu rumah.
Nama teman saya itu Aminah (nama disamarkan). Dia berasal dari suatu daerah yang cukup jauh dari ibu kota provinsi ini. Saya pernah berkunjung beberapa kali ke kota kelahirannya itu. Kota yang terkenal religius namun dengan adat yang masih sangat kental. Aminah juga mewarisi karakter tersebut, dia bersekolah di sekolah agama selama 12 tahun. Dia sangat hafal setiap tata cara adat istiadat dan segala pernak-pernik kebudayaan daerahnya. Itulah yang saya lihat dari aminah 4 tahun yang lalu. Mau tau bagaimana kabar aminah sekarang?
Sesuai dengan pernyataan saya diawal tadi. Lingkungan mempengaruhi sekali pembentukan jati diri, seperti halnya Aminah. Saya rasa dia semacam baru menemukan jati dirinya. Memang agak terlambat karena tahun ini dia sudah menginjak usia 22 tahun.
Aminah yang dulu saya kenal, mengenakan jilbabnya setiap pergi kuliah dan jalan-jalan ke mall, dan bukannya pergi kemana-mana mengenakan mini dress dan mengecat rambutnya dengan warna burgundy.
Aminah yang dulu saya kenal, membaca al qur’an dan sholat setiap merasa hatinya tidak tenang, dan bukannya mengatakan kata-kata kotor seperti anjing,bangsat,keparat saat dia kesal atau mendengarkan lagu keras sambil berteriak menyanyikannya tanpa memperdulikan suara adzan.
Aminah yang dulu saya kenal, malu saat bertatapan mata dengan laki-laki dan menjaga setiap perkataannya, bukannya malah menggoda nafsu lelaki dengan tubuh dan ucapan mesumnya.
Merasa bersalah karena sedikit banyak dia dipengaruhi oleh pergaulan saya juga. Bedanya adalah saya sudah mengalami apa yang dinamakan terkejut melihat dunia luar yang begitu liar sejak 5 tahun yang lalu, dan Aminah baru saja mengalaminya SEKARANG.
Saat saya mulai berpakaian sesuka hati ke kampus atau mulai memakai hot pants untuk sekedar jalan-jalan keluar saja, aminah mulai melepas jilbabnya bahkan pada saat pergi kuliah.
Saat saya mulai nekat berpetualang dengan kehidupan cinta hingga mengecewakan orang tua, aminah mulai melakukan pacaran ekstrim hingga sekarang menjadi lebih expert dari pada saya.
Saat saya dulu mendengarkan musik-musik keras seperti punk, metal atau yang paling cemen seperti emo, aminah sekarang baru mulai merasa bahwa hal itu keren dan dia mengikutinya tanpa tau apa yang sebenarnya dia dengarkan. Dan saat orang-orang di lingkungan yang baru dikenalnya ini mulai memujinya atas kesukaan barunya itu, dia semakin bersemangat untuk berpura-pura menyukainya walaupun sebenarnya dia tidak mengerti dan tidak menikmati semua itu.
Saat saya sudah mulai meninggalkan kehidupan hitam itu karena menganggap keluarga lebih penting dari sekedar terlihat keren dan disukai golongan tertentu, disinilah Aminah baru mulai merintisnya. Mulai merasa memiliki teman-teman sealiran. Merasa aliran yang dipilihnya sangat keren. Merasa saat ini adalah puncak dimana ia bisa dikenal dan dianggap keren.
Dia mulai berfilosofi bahwa punk itu blah blah blah blah... padahal dia tidak pernah bersentuhan langsung dengan mereka yang disebut punkers. Mengetahui sejarahnyapun tidak.
Dia mulai beropini bahwa endank soekamti itu sangat keren, lagu SID itu bagus, dan orang bertato itu rock abiss. Sorry to say, mas-mas jualan pentol yang muter lagu D’Bagindas tapi pake t-shirt Exploited pun kamu bilang nge-punk abis! So, apa saya harus percaya kalo kamu bilang ngefans banget sama endank soekamti??
Dia mulai memasukan band-band seperti Sex pistols, Sidvicious, dan lain-lain ke dalam daftar musik favorit di facebook-nya, tanpa pernah mendengarkan musik mereka satu kali pun.
Bahkan Aminah sekarang sudah mulai mengajari saya. Suatu waktu dia bilang begini pada saya “Ghin, kamu kalo chatting sekarang mending di room Remuk aja sekarang,soalnya room Ancur udah pada pindah orang-orangnya. Lebih rame di room Remuk lohh!”. Saya Cuma bisa tertawa bingung. Tahukah kamu, Aminah? Sejak 5 tahun yang lalu saya masih keranjingan chatting, saya sudah hafal dan bosan karena bolak-balik masuk 2 room itu saja.
Aminah juga mulai bersikap lebih populer sekarang. “Ghin, kamu tau si Gundul gak? Dia pacaran sama si Gondrong loh, yang satu anak punk satunya lagi anak metal. Trus aku deket loh sama si Gundul” --- Pardon me, saya sudah kenal mereka bertahun-tahun yang lalu lohh.. apa perlu kamu menjelaskannya pada saya? Saya tidak pernah menjelaskannya padamu karena saya menganggap itu memang tidak penting dibicarakan. Apa ada yang menganggap hal ini penting?? Anyone? Acungin tangannya coba! HAHA
Kadang saya ingin sekali meneriaki Aminah seperti ini :
“ Hey! Kamu seperti kacang lupa kulit tau? Ups,bukan! Maksud saya kacang lupa rasa. Kamu seperti kacang rasa bawang yang sekarang memberikan perasa Balado pada diri sendiri dengan berjuta-juta MSG . Tahukah kamu bahwa MSG itu bisa membuat kita bodoh?? Ya, seperti kau sekarang. Terlihat bodoh tapi merasa paling pintar. Look at yourself! Rambut burgundy, pakaian mini, omong kosong yang kotor dan idealisme yang penuh kepura-puraan. It’s fake. IT IS NOT YOU!!!!”
Saya bukannya ingin menghalangi seseorang mencari jati dirinya. Bukan melarang orang menjalani apa yang disukainya. Tetapi jika ini yang benar-benar ingin kamu jalani, maka jalani lah dengan jujur. Tanpa harus berpura-pura.
Mengutip lagu dari Seether- Fake it And you should know that the lies wont hide your falls No sense in hiding all of yours. You gave up on your dreams along the way.
Tidak ada gunanya menyimpan jati dirimu. Aminah, kembalilah menjdai dirimu sendiri.
Lagu Baru Hasil Iseng: Papaya Song!
2 minggu yang lalu
3 komentar:
itu pnk jer Om Cobain "he's the one who like our pretty song, and he like to sing along, and he like to shot this gun, BUT HE DON'T KNOW WHAT IT MEANS, and i say HELL YEAAHHHHHHH !!!!"
klo jer SLANk tu "TONG KOSONG NYARING BUNYINYA"
klo jer ane " astajiiiimmmm, satu lagi muncul orang alay, perlu diberi pelajaran ne, uyeeee "
dan kadang aku beruntung sudah melewati masa itu di usia yang tepat.
dan Aminah.....
pretending to be someone because she want people like her, ummm... she should not doing that. Cause people gonna like her just the way she is
idank : astajim,pelajaran menjadi alay yang berkarakter kah dank? alayanya ni udah kronis masalahnya! kd kawa di hilangkan :D
vadean : yaaa...melewatinya diusia sekarang sih gak masalah, KALAU aminah tetap menggunakan logika dan pemikirannya sebagai orang dewasa. klo tetep mikir kaya ABG mah sia siaaaa....
Poskan Komentar