Wkt msuk fas,niat saya adl utk brksenian n mncri tmn.
Tp trnyta saat wrkshop,saya mndptkn yg lbh dari itu.
Saya menemukan keluarga baru,dgn anggota keluarga yg slg mengayomi.
Stlh beberapa bulan di fas,saya mendapatkan bonus lg.
Saya mendapatkan pembelajaran seputar seni n berorganisasi yg dikemas dgn sgt apik karena dijlnkan dgn asas kekeluargaan.
Musta pertama di fas,saya ttp mendapatkan bonus.
Tapi kali ini berupa konflik. Namun kuatnya rasa persaudaraan itu mengalahkan besarnya konflik yg timbul.
Hingga sampai di pengalaman musta ke 2,saya dihadapkan pada 1 celah perpecahan persaudaraan. Dimana asas kekeluargaan itu tdk lg terasa. Kata DINGSANAK tdk lg meninggalkan arti lebih. Ego menelan segalanya.
Saya yg telah dibuai oleh kehangatan keluarga itu menjadi sangsi..Apa mungkin segalanya dpt brjalan tanpa adanya "dingsanak"?
Update! Ihiy!
7 jam yang lalu
